Thursday, November 19, 2009

Tokoh Agama Berpola Pikir Sara

Mengapa saya memposting dengan judul ini?
Karena kenyataan banyak tokoh-tokoh agama miliki pola pikir yang bernuansa sara. banyak tokoh-tokoh agama yang sudah terkenal, di aras nasional, tetapi gampang terpengaruh, terprovokasi, sehingga memprovokasi pula. Ketika lantang berseru-seru: "si Anu, atau Negara Anu berstandard ganda!" dirinya juga berstandard ganda.
Lihat ketika mereka meminta memblokir Faith Fredoom, karena melecehkan agama mereka, mengapa Answering Faith Fredoom tidak diminta di blokir, karena juga melecehkan agama lain, atau Swara Muslim yang juga melecehkan agama lain, tidak diminta di blokir. ini berarti sudah berpola pikir sara, artinya ketika ada golongan lain yang melecehkan agamanya, segera bersikap marah, dan menolak, dll, tetapi ketika ada golongannya yang melakukan pelecehan pada agama lain di biarkan saja. contoh lain adalah mereka menuding orang-orang Kristen melakukan Kristenisasi, dan orang Kristen tidak boleh melakukan penginjilan, tetapi mereka melakukan dakwah yang berarti juga islamisasi.ini standard ganda. orang lain tidak boleh melakukan tetapi mereka boleh bebas melakukan.
Yang menarik pagi-pagi baca berita di Yahoo, MUI lokal daerah tertentu menyerukan untuk tidak menonton film 2012, dan MUI Pusat menyuruh menyensor adegan Masjid roboh, karena dianggap pelecehan terhadap agama, dan menurutnya bernuansa Sara. Nah pendapatnya (Jika Benar Pendapatnya) karena ada masjid yang roboh itu ia katakan bernuansa sara, tetapi gereja vatikan yang roboh, dan tokoh-tokoh agama-agama lain yang yang bergelimpangan, tidak disebut itu juga bernuansa sara. berarti Ia berpola pokir sara. lucu juga pagi-pagi udah denger berita yang aneh begini.
Seruan saya pada tokoh-tokoh agama manapun, Isu sara itu seringkali justru dari Atas, orang-orang kecil sebenarnya gak mempermasalahkan itu. hanya sering mereka sebagai korban provokasi. yang meniupkan angin sara sesungguhnya tokoh-tokoh panutan. jika panutannya seperti itu bagaimana yang menganut?

No comments:

Post a Comment