judul di atas sesungguhnya plesetan sebuah film yang bernuansa rohani yang di tayangkan pada hari malam Paskah. mengapa saya plesetkan demikian?
karena jelas bahwa artis-artis kita tidak peka terhadap kebudayaan bangsa ini, sehingga ketika membuat film yang bernuansa rohani, menggunakan lagu-lagu rohani, tetapi menampilkan pakaian yang tidak selayaknya diterima dalam budaya masyarakat Indonesia. bagi masyarakat kristen pun sangat risih, apa lagi bagi masyarakat yang lain.
sangat disayangkan ketika saat ini tayangan-tanyangan yang bernuansa Rohani (Kristen) sudah semakin jarang, ketika ada, tidak mampu menjadi berkat tetapi menjadi cemoohan. mengapa saya katakan demikian?
Kasih pemeran utama film ini menampilkan pakaian yang tidak selayaknya diterima masyarakat Indonesia. masyarakat artis mungkin saja, tetapi masyarakat Indonesia, sangat tidak menerimanya. kasih dalam film ini mengenakan busana yang sangat minim, mempertontonkan keseksiannya, kadang-kadang juga menggunakan kata-kata yang memaki-maki secara kasar seperti gila, de, el, el. sayang sekali antara tema yang diusung dengan gaya penampilan yang dibawakan sangat tidak sejalan.
mestinya film-film rohani mengenakan busana yang lebih santun, sesuai dengan budaya ketimuran. ditengah maraknya kampanye anti pornographi dan pornoaksi, seharusnya artis-artis Kristen peka terhadap perubahan zaman, dan menjadi berkat ditengah-tengah budaya masyarakat yang mayoritas beragama Islam.
produser-produser film Kristen bukan mencari untung, artis-artis Kristen bukan hanya mencari duit, tetapi melayani. pantaskah melayani kristus dengan busana yang sangat minim, dan disaksikan jutaan pemirsa di Indonesia?
kesaksian isi cerita dengan busana yang duikenakan tidak sejalan sehingga tidak membawa pengaruh positif. saya m,enghimbau pada artis-artis kristen, dan produser-produser yang mengangkat tema-tema Kristen, dan semestinya tidak perlu mengenakan simbol-simbol Kekristenan seperti salib, lagu-lagu rohani, dan lain-lain, jika tidak mampumenampilkan tontonan yang sopan, mengedepankan Kristus, bukan kebaikan manusia, buat saja secara humanis, jangan bawa-bawa filosofi Kristen, karena alih-alih menjadi berkat, malahan menjadi cemoohan.
Tuesday, April 14, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment